Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, August 15, 2011

Cidera Kepala Menurut WHO

Suatu trauma yang ditandai dengan penderita pusing sebentar, biasanya lebih dari 20 menit, sesudah itu penderita sudah kembali dengan menunjukkan gejala-gejala ambesia retragrat.

Menurut WHO(2002), penanganan cedera kepala di klasifikasikan atas beberapa bagian, yaitu :

• Penanganan harus ditangani sejak dari tempat kecelakaan, selama transportasi, di ruang gawat darurat, kamar Ro, sampai ruang operasi, ruang perawatan/ ICU
• Monitor : derajat kesadaran, vital sign,kemunduran motorik, reflek batang otak, monitor tekanan intrakranial.
• Monitor tekanan intrakranial diperlukan pada:
• Koma dengan perdarahan intrakranial atau kontusio otak
• Skala Koma Glasgow <6 (motorik < 4)
• Hilangnya bayangan ventrikel III dan sisterne basalis pada CT skan otak
• “Tight brain” setelah evakuasi hematom
• Trauma multipel sehingga memerlukan ventilasi tekanan positif intermitten (IPPV)


Penanganan cidera kepala tergantung kondisi pasien, diantaranya :
1. Pasien dalam keadaan sadar (GCS 15)
Pasien tanpa diikuti ggn kesadaran, amnesia, maupun gejala serebral lain hanya perawatan luka, Ro hanya atas indikasi, keluarga diminta observasi kesadaran
2. Kesadaran terganggu sesaat.
Riwayat penurunan kesadaran sesaat setelah trauma tetapi saat diperiksa sudah sadar kembali : Ro kepala, penatalaksanaan selanjutnya seperti simple head injury

Penanganan cidera kepala tergantung cidera kepala pasien, diantaranya :
a. Cedera kepala ringan (GCS 15-13)
• Kesadaran disorientasi, atau not obey command, tanpa defisit neurologi fokal: Peratan luka, Ro kepala
• CT scan: bila dicurigai adanya lucid interval (hematom intrakranial), follow up kesadaran semakin menurun, timbul lateralisasi
• Observasi: keadaran (GCS), tanda vital, pupil, gejala fokal serebral
b. Cedera kepala sedang GCS 9-12
Biasanya mengalami ggn kardiopulmoner
• Periksa dan atasi ggn jalan nafas, pernafasan, sirkulasi
• Pemeriksaan keadaran, pupil, tanda fokal serebral, dan cedera organ lain
• Fiksasi leher dan patah tulang ekstremitas jika ada.
• Ro kepala, bila perlu bagian tubuh yang lain
• CT scan bila dicurigai hematom intrakranial
• Observasi tanda vital, kesadaran, pupil, defisit fokal serebral
c. Cedera kepala berat GCS 3-8
Biasanya disertai cedera multipel, disamping kelainan serebral juga ada kelainan sistemik

No comments: