Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, June 8, 2008

EKONOMI PANGAN

PERTUMBUHAN EKONOMI PANGAN

A. Defenisi Pertumbuhan Ekonomi
(Economic Growth) suatu negara menurut Prof. Simon Kuznets. Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapoasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologi terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada.

B. Tiga Faktor Utama Pertumbuhan Ekonomi
1. Akumulasi Modal
Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik dan modal atau sumber daya manusia.
Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila : sebagian dari pendapatan ditabung dan ditabung dan diinvestasikan kembali kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan dikemudian hari.
- Pengadaan pabrik baru, mesin – mesin peralatan dan bahan baku dalam rangka meningkatkan stok modal (capital stock) secara fisik memungkinkan akan terjadinya peningkatan output dimasa – masa mendatang.
- Investigasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi / infrastruktur ekonomi dan sosial.
- Contoh : pembangunan jalan – jalan raya, penyediaan listrik, persediaan air bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan. Fasilitas komunikasi, peningkatan kualitas SDM, dsb yang kesemuanya itu mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif.

2. Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi.
Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.
Positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut.
Kemampuan itu dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor – faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.

3. Kemajuan Teknologi
- Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
- Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress)
- Kemajuan teknologi yang hebat modal (capital – saving technological progress)
- Kemajuan teknologi yang meningkatkan pekerja (labor augmenting technological progress)
- Kemajuan teknologi yang meningkatkan modal (capital – augmenting technological progress)
Ket :
A. Neutral Technological Progress
Terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama.
Contohnya pengelompokkan tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat.
Ditinjau dari sudut analisis kemungkinan produksi. Perubahan teknologi yang netral, yang dapat melipat gandakan output, secara konseptual, sama saja artinya teknologi yang mampu melipat gandakan semua input produktif.

B. Labor Saving Technologi Progress
Penggunaan technologi tersebut memngkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja yang sama.
Penggunaan komputer elektronic mesin tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenis mesin. Serta peralatan, moder lainnya.
Sebagian besar kemajuan teknologi pada abad kedua puluh adalah teknologi yang hemat tenaga kerja.
Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan produksi mulai dari pengemasan kacang sampai dengan pembuatan sepeda dan jembatan semakin sedikit.

C. Capital Saving Technological Progress
Dinegara – negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langkah modal, kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan.
Kemajuan teknologi ini akan menghasilkan metode produksi padat karya yang lebih efisien (yakni, yang memerlukan biaya lebih rendah), misalnya mesin pemotong rumput berputar atau mesin pengayak dengan tenaga pangan, pompa penghembus dengan tenaga kaki dan penyemprot mekanis diatas punggung untuk pertanian skala kecil.
Pengembangan teknik produksi di Negara-negara berkembang yang murah, efisen dan padat karya (Hemat Modal) atau teknologi tepat guna merupakan salah satu unsur terpenting dalam strategi pembangunan jangka panjang yang beriorientasi pada perluasan penyediaan lapangan kerja.

D. Lapor Augmenting Technological Progress.
Terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum.
Misalnya dengan penggunaan LCD, televisi, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas,proses belajar bisa lebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih baih.
E. Capital Augmenting Technological Progress.
Jika penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yang ada secara lebih produktif.
Misalnya, penggantian bajak kayu dengan bajak baja dalam produksi pertanian.

C. Ciri Proses Pertumbuhan ekonomi
1. Tingkat pertumbuhan output perkapital dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
2. Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi.
3. Tingkat tranformasi struktur ekonomi yang tinggi.
4. Tingkat transformasi sosial dan idiologi yang tinggi.
5. adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagian-bagian dunia lainnya sebagian daerah pemasaran dan sumber bahan baik yang baru.
6. terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sekitar seperti bagian penduduk dunia.

D. 8 PERBEDAAN YANG MEMPENGARUHI PROSPEK PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SYARAT - SYARAT TERLAKSANANYA PEMBANGUNAN EKONOMI MODERN.
1. Perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia.
Ø Negara-negara dunia ketiga dewasa ini kurang memiliki kekayaan alam apabila di bandingkan dengan Negara-negara maju pada saat pertama kali memulai pembangunan ekonominya.
Ø Dahulu, ketika mereka mulai menggalang kekuatan ekonomi, kekayaan alam mereka masih utuh, sedangkan kekayaan negara-negara berkembang sudah di rampok atau bahkan habis diperas oleh kolonialisme.
Ø Di Amerika Latin dan Afrika, walaupun memiliki sumber daya alam agak banyak, tidak memiliki modal untuk mengelola dan memanfaatkannya.
Ø Modal tersebut tidak akan mudah di peroleh tanpa mengorbankan sejumlah besar otonomi dan kekuasaan Nasional yang secara teknis dan finansial memang lemah mampu mengola sumber-sumber daya itu segala efesien.

2. Tingkat relatif GNP dan pendataan perkapital.
Ø Lebih dari 70% penduduk negara-negara dunia ketiga, harus berusaha keras guna mempertahankan hidupnya dengan pendapatan yang sangat minimum.
Ø Pada saat memulai era pertumbuhan modern, negara-negara yang sekarang makmur, dalam berbagai aspek ekonomi sudah jauh lebih maju dari pada bagian-bagian dunia lainnya.
Ø Mereka dapat mengambil manfaat dari posisi keuangannya yang kuat untuk memacu kesejahtraan pendapatan mereka dengan penduduk negara-negara berkembang.
Ø Di saat mereka mengawali proses pertumbuhan ekonomi modernnya, mereka sudah mempunyai modal dan posisi yang cukup kokoh.
Ø Sebaliknya, negara-negara berkembang dewasa tingkat pedapatan proses pertumbuhan dengan tingkat rendah menurut skala Internasional.

3. Perbedaan Iklim
Ø Masih memerlukan analisis lebih mendalam untuk memastikan benar atau tidaknya perbedaan iklim ini termasuk kedalam faktor utama yang mempengaruhi kebersihan atau kegagalan usaha-usaha pembangunan.
Ø Hampir seluruh negara-negara dunia ketiga terletak di daerah yang ber iklim dingin.
Ø Salah satu faktor iklim yang secara langsung mempengaruhi produksi pada umumnya adalah suhu udara yang panas dan lembab di kebanyakan negara miskin.
Ø Suhu yang panas dan lembab itu tidak hanya menyebabkan persamaan yang kurang enak pada para pekerja, tetapi juga menggerogoti atau menekan kesehatan mengurangi keinginan bekerja keras sehingga pada akhirnya menurunkan tingkat produktivitas dan efesiensi.

4. Jumlah Penduduk, Penyebaran, dan Pertumbuhannya.
Ø Pada saat ini jumlah penduduk negara-negara Dunia ketiga, kepada dan perkembangannya sangat berbeda dengan yang ada di negara-negara maju, baik sekarangmaupun di masa lampau ketika mereka mengawasi proses pembangunannya.
Ø Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat jelas merupakan kendala.
Ø Revolusi industri dan tingkat pertumbuhan ekonomi jangaka panjang yang tinggi mustahil akan dapat dicapai oleh negara-negara yang sekarang maju apabila mereka juga mengalami laju pertumbuhan penduduk yang sedemikian cepat dan nyaris tidak terkendali seperti yang terjadi dewasa ini di negara-negara miskin.

5. Peranan Sejarah Migrasi Internasional.
Ø Jaman dahulu negara-negara yang sekarang maju merasa bebas berimigrasi ke mana saja belahan bumi ini.
Ø Sekarang mereka sangat membatasi datangnya para imigrasi ke negara mereka.
Ø Terbuka bagi mereka yang ber pendidika tinggi, sehingga menimbulkan brain-brain.

6. Rangsangan pertumbuhan dari maraknya perdagangan Internasional.
Ø Dasar pertukaran atau nilai tukar perdagangan ( Terms Of Trade ). Negara-negara berkembang selama ini terus menunjukkan penurunan.
Ø Apabila negara-negara berkembang msmpu memproduksi barnag-barang tertentu dengan biaya yang lebih rendah dari pada negara-negara maju.
Ø Misalnya saja tekstil, pakaian, sepatu dan beberapa produk manufaktur ringan. Maka negara-negara maju segera mencoba menghambat masuknya barang-barang tersebut ke negaranya dengan berbagai macam alasan dan cara, yakni mulai dari pengenaan tarif impor atau biaya masuk yang ke lewat tinggi, pengenaan aneka rupa hambatan perdagangan non tarif (Non Barriers) suatu Kota Impor, sampai dengan penerapan persyaratan kesehatan dan izin khusus.

7. Kemampuan melakukan penilaian serta pengembangan iptek dasar.
Ø Dalam bidang penelitian serta pengembangan iptek, negara-negara dunia ketiga sampai sejauh ini masih berada dalam posisi yang sama sekali tidak menguntungkan.
Ø Hanya negara-negara makmur yang memiliki surplus kekayaan sajalah yang sanggup melakukannya, meningkat begitu besarnya biaya yang di butuhkan.
Ø Negara-negara kaya sangat tertarik untuk mengembangkan produk-produk yang serba canggih, pasar yang seluas-luasnya, metode produksi dengan teknologi tinggi yang menggunakan banyak input modal dan manajemen serta pengetahuan yang tinggi, dalam usahnya untuk menghemat tenaga kerja dan bahan-bahan baku yang langka.
Ø Sebaliknya negara-negara miskin lebih berkepentingan dengan produk-produk relatif sederhana, menghemat modal, padat karya dan bisa di produksi untuk pasar yang terbatas.

8. Stabilitas serta Fleksibilitas Lambaga-lembaga politik dan sosial.
Ø Sebelum revolusi industri negara-negara maju yang benar-benar merdeka, sehingga mereka sepenuhnya mampu menyusun kebijakan Nasional mereka sendiri berdasarkan konsensus umum ,emuju ke arah/Modernisasi.
Ø Kebanyakan negara-negara dunia ketiga dewasa ini merupakan negara atau bangsa yang baru saja memperoleh kebebasan berpolitik, mereka belum merupakan bangsa yang kokoh, utuh atau terkonsolidasi, dan tentu saja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyusun strategi pembangunan Nasionalnya sendiri.
Ø Konsep modernisasi pada hakekatnya merupakan konsep/ impor /yang masih asing bagi masyarakat negara-negara dunia ketiga.


No comments: